Ustadz M Abduh Tuasikal punya alasan tidak mengisi di luar kota …

Ini status Facebook beliau:

Seringkali saya dimintai jadwal di Jogja maupun di luar kota, dan kebanyakan (99%) tidak bisa saya penuhi apalagi pas Weekend dikarenakan:

1- Di Gunungkidul untuk kajian biasa memakai hari pasaran (Pon, Legi, Wage, Pahing, Kliwon). Di hari pasaran tersebut kami sudah ada jadwal di Panggang, Purwosari dan keliling Gunungkidul.

2- Tak mungkin beralih ke tempat lain, karena jamaah yang hadir notabene awam dan butuh ilmu. Di luar kota sudah banyak ustadz, sudah banyak yang bisa beri ilmu. Di Gunungkidul, hitung saja sendiri?

3- Materi yang diajukan di luar GK pun bukan materi spesial yang sebenarnya bisa digantikan dengan pembicara lainnya yang lebih mumpuni.

4- Kalau saya tinggalkan GK, sangat sulit, belum ada pengganti.

5- Datang ke luar kota dihadiri oleh ratusan jamaah, kalau di Gunungkidul biasa dihadiri ribuan orang setiap pekannya, apalagi hari Ahad. Lebih-lebih di GK biasa undangannya resmi, dihadiri oleh pejabat kecamatan, desa, hingga dukuh dan warga masyarakat.

6- Gunungkidul lebih butuh dakwah untuk menguatkan akidah mengatasi kristenisasi yang sudah dikenal sejak dulu.

7- Ditambah lagi ada yang melarang saya ke luar kota seperti Camat dan KUA.

* Selama ini cuma satu jadwal yang saya penuhi karena sudah rutin tiga tahun ini, yaitu Kajian Senin Pekan Pertama di Kemang Raya 124 Jaksel. Itu saja.

Mohon maaf, harap bisa memaklumi.


Dukung kami:
Untuk Operasional RumayshoCom dan Pesantren Darush Sholihin melalui https://goo.gl/MT3nvi
Untuk Pembangunan Masjid Pesantren Al-Anshor Liang Ambon melalui https://goo.gl/zvahpI
Untuk Pelebaran Masjid Darush Sholihin (Jami' Al-Adha) melalui https://goo.gl/Smhwqm

Artikel Terkait

Write a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *