Category

Berita Pesantren

Category

Beginilah suasan open house 1 – 3 Syawal 1440 H di Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul.

Berbagai jamaah hadir dari berbagai daerah di Gunungkidul, terutama yang biasa hadir di kajian rutin Ustadz M. Abduh Tuasikal. Istimewanya open house di DS adalah ada sesi tausiyah, tanya jawab, hingga makan prasmanan. Jamaah yang hadir dalam open house begitu puas dengan sajian tausiyah dan tanya jawab langsung, serta menu open house yang istimewa. Kapan Anda mau hadir ke #darushsholihin?

Semoga bawa berkah.

Info Darush Sholihin

Kajian Sahur, alhamdulillah nikmati ilmu dari kitab Bulughul Maram (Ibnu Hajar), setelah itu nikmati makan sahur yang penuh berkah.

Ilmu waktu sahur masih fresh banget, makan sahurnya pun penuh berkah karena menjalankan sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kajian ini dihadiri oleh para takmir, juga oleh masyarakat umum di sekitar pesantren #darush sholihin dan Gunungkidul.

Kapan Anda mau rasakan makan sahur di #darushsholihin? Pasti sudah tahu menunya apa yang istimewa? Coba sebutkan bagi yang pernah ke #darushsholihin.

Kajian makan sahur ini didukung pula oleh donasi Ramadhan ke #darushsholihin. Semoga bawa berkah bagi para donatur.

 

 

Info Donasi DS: wa.me/62811267791

 


 

Info Rumaysho – Darush Sholihin

Ini adalah komentar lainnya dari salah satu jamaah Darush Sholihin sekaligus salah satu komite Darush Sholihin (yang biasa mengawasi kegiatan DS), yaitu Bapak Sumardiyono yang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah di Kecamatan Saptosasi. Ia mendapat hikmah saat mendampingi jamaah makan malam jelang pengajian Malam Kamis. Kala itu ia mengikuti rapat dengan Pimpinan Pesantren DS (Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal) bersama komite DS (di antaranya ada pula Bapak Camat Ponjong, Sukis Heriyanto) yang berlangsung dari 17.00 WIB hingga menjelang Maghrib pada 24 Januari 2018 kemarin. Sehabis shalat Maghrib, semua peserta kajian Malam Kamis termasuk komite DS menuju ruang makan di sebelah utara Masjid DS. Ternyata sudah ada antrian yang mengular. Padahal ruang makan sangat terbatas dan sempit. Namun alhamdulillah, ruangan tersebut tetap bisa melayani hampir 300 jamaah setiap Malam Kamis. Mereka yang dilayani ini biasa yang datang sebelum Maghrib, padahal kajian baru berlangsung bada Isya hingga pukul 21.30 WIB. Menu yang disajikan di ruang makan tersebut kadang dengan menu soto, sop, atau lainnya. Pak Sumar menyatakan, “Saat itu, saya yang seorang guru mengamati mereka mudah sekali untuk diatur. Saat itu saya bersama Pak Camat (Sukis Heriyanto) membantu melayani mereka. Ada jamaah yang sudah dapat giliran di depan. Tetapi karena di belakangya ada seorang ibu hamil dan membawa anak kecil, mereka yang di depan rela mengalah demi ibu tersebut.”

Pak Sumar menilai bahwa ini sungguh luar biasa sementara yang masih di luar begitu sabar mengantri sambil bercerita perjalanan dari rumah. Mereka nampaknya berasal dari dua daerah berbeda dari zona tenggara yaitu Tepus dan dari zona utara, daerah Nglipar. Betapa akrabnya mereka.

Dari situ Pak Sumar mengambil kesimpulan bahwa mengatur orang yang beriman dan bertakwa itu lebih mudah. Ia terakhir menyatakan, “Saya bayangkan jika siswa-siswi saya menjadi pribadi yang seperti itu, betapa lebih mudah mengatur mereka.”

Demikian salah satu pelajaran lagi dari Kajian Malam Kamis. Moga menjadi pelajaran.

Donasi Kajian Malam Kamis, bisa cek di sini: https://darushsholihin.com/donasi-kajian

Info DarushSholihin.Com

Cerita kajian Malam Kamis di Darush Sholihin, Dusun Warak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang. Lihat perjuangan warga desa untuk hadir di pengajian yang dibina langsung oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.

Ini salah satu penuturan Bu Zubaidah dari Tumpak Playen Gunungkidul, “Alhamdulillah, keistiqamahaan jamaah Tumpak terjaga. Ba’da Maghrib sudah kumpul dengan armada bus mini. Rasanya bila tidak ada hajat kampung yang mendadak inginnya terus ngaji. Terasa perubahaan karakter dari masing-masing jamaah, yang dulu suka gosip, sekarang malu bila sampai gosip. Terutama kajian tentang riba adem panas semua, semua butuh proses agar bisa jadi lebih baik. Kalau kami pulang sekitar pukul 22.00 WIB sampai rumah. Ketika perjalanan, tidak lupa jamaah menikmati seperti wisata. Ada yang membawa cemilan, kopi mix, dan lainnya. Ini juga termasuk refreshing. Alhamdulillah dengan dapat ilmu hati seneng. Coba monggo rasakan sendiri ibu-ibu.”

Ada lagi jamaah yang sama dari Tumpak yaitu komentar dari Bu Muryati di Group WA DS, “Saya selalu pusing mual campur aduk ketika berangkat kajian. Tetapi setelah mengikuti kajian, seneng, penyampaiannya enak mudah dipahami, apa yang disampaikan disertai dalil. Pokoknya pusingnya langsung hilang.”

Tunggu cerita lainnya tentang Kajian Malam Kamis.

Donasi Kajian Malam Kamis, bisa cek di sini: https://darushsholihin.com/donasi-kajian

Info DarushSholihin.Com

Saptuari Sugiharto kemarin cerita pas berkunjung ke DS,

“Ada yang punya kartu kredit 20. Lalu utangnya 600 juta.”

Kami cuma geleng-geleng, kok bisa yah?

Inilah suasana diskusi riba bersama Saptuari Sugiharto saat beliau hadir di Pesantren Darush Sholihin, Ahad Kliwon, 22 Oktober 2017. Saat itu dihadiri kurang lebih 4000 jamaah.

Sehabis Ashar beliau menyampaikan materi bersama kami. Kami membahas materi riba, sedangkan beliau membahas pengalaman beliau yang dulu pernah bangkrut dan terlilit utang riba.

Semoga menjadi pelajaran bagi semua untuk meninggalkan riba.

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5:363. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali berkata bahwa sanad hadits ini shahih. Adapun tidak disebutnya nama sahabat tetap tidak mencacati hadits tersebut karena seluruh sahabat itu ‘udul [baik].)

Bisa miliki buku terbaru kami “Taubat dari Utang Riba dan Solusinya” seharga Rp.125.000,-, pesan via WA 085200171222 (Toko Online Ruwaifi.Com). Moga riba bisa teratasi dengan ilmu.

Muhammad Abduh Tuasikal

Info DarushSholihin.Com

PANGGANG (DS) – Sejak pekan lalu, hujan telah mengguyur Gunungkidul dan Yogyakarta. Sebelumnya memang beberapa daerah di Gunungkidul mengalami kekeringan dan susah mendapatkan air bersih.

Pada Kamis, 21/10/2017 saat tanggal merah, Darush Sholihin menyalurkan air ke daerah sebelah utara Gunungkidul yaitu ke Desa Semin, Kecamatan Semin dengan menyalurkan 20 juta rupiah pada lima dusun untuk pembelian air bersih. Pada kesempatan itu pula diadakan pengajian untuk masyarakat Desa Semin dengan diikuti oleh 2500 jamaah. Pada pengajian tersebut pula dibagikan sembako kepada 2500 jamaah yang hadir.

Adapun pengajian rutin Malam Kamis terakhir kemarin (27/09/2017), tetap diadakan walaupun hujan deras turun. Lebih dari 1000 jamaah hadir ketika itu dan mereka berada di lapangan parkir yang beratap. Sebagian berada di rumah warga di sekitar Pesantren Darush Sholihin. Sampai pulang pun terus hujan, resikonya jamaah pulang dalam keadaan basah kuyup.

Ada juga pengajian Ahad Pahing (24/09/2017) di Balai Desa Jepitu yang mengalami hujan deras di tengah-tengah kajian, saat itu dihadiri lebih dari 3000 jamaah. Sedangkan pengajian Ahad Wage di Balai Desa Tepus pada Ahad Wage, 01/10/2017 berlangsung lancar walau sesekali datang gerimis.

Info DarushSholihin

Pin It