Tag

santri

Browsing
Ini usaha yang bisa dicontoh dan pedagang yang bisa jadi tauladan.
 
Sebelumnya beliau ikut jadi buruh bangunan. Sekarang beralih ke usaha yang dulu ia geluti yaitu MIE AYAM. Warungnya beliau namakan “Soyo Berkah Halalan Thoyyiban”. Kata soyo diambil dari nama beliau dan “soyo berkah” punya arti yang bagus dalam bahasa Jawa, tanya sendiri deh pada yang punya bahasa.
 
Untuk menunya djamin halal. Karena ingin menghindari daging ayam yang bermasalah, Pak Soyo menyembelih ayamnya sendiri sehingga tak perlu khawatir dengan daging ayam yang dimakan.
 
Di warungnya sejak dahulu, kami sendiri menyaksikan beliau gemar membaca buku di sela waktu jualan. Dulu kami melihat langsung beliau membaca buku Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad At-Tamimi. Sekarang ini beliau sering menyalakan radio DS 107,7 FM (komunitas) lewat gadget lawasnya sampai tahu juga kajian Al-Qowaidul Arba’ (Empat Kaedah Memahami Syirik) yang diputar di radio.
 
Beliau termasuk pedagang yang terus memperhatikan ibadah shalat dan ngaji untuk menambah ilmu agama. Setiap malam Kamis ada pengajian di DS, juga hari Ahad sore yang sering beliau hadiri, konsekuensinya beliau sering menutup warung lebih awal lantaran ada jadwal ngaji tersebut.
 
Beliau juga pernah menyelesaikan kitab Nahwu Bahasa Arab (dari kitab Al-Muyassar) yang kami ajarkan hingga 70 sesi. Videonya Al-Muyassar sebanyak 70 sesi ada di sini:
http://www.youtube.com/playlist?list=PLUYZIGi0rAXBBTLhdVPFTd6XvbTnTS2EG
 
Pelajaran yang kami ingin berbagi:
1- Buka usaha jangan sampai lalaikan dari shalat dan ngaji (nambah ilmu agama).
2- Memperhatikan yang halal untuk warung makan itu penting.
 
Moga jadi contoh bagi pengusaha yang lain, dan terus bawa berkah bagi Pak Soyo. Bagi yang dekat warung ini, silakan mampir. Warung ini terletak di Jalan Jalur Lintas Selatan, biasa jadi jalur wisata, 3 KM dari Pesantren Darush Sholihin.
 
 

Bersama Pak Soyo dan Mas Bagiyo
Lezatnya, luar biasa. Bisa buktikan sendiri.
Mie ayam dengan minum teh poci khas Jawa.
Soyo Berkah, warung Mie Ayam di Dusun Warak, Desa Girisekar, Panggang, Gunungkidul.
Ini yang namanya Pak Soyo.
JJLS, Mendak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, DIY
 
@ Warung Soyo Berkah, 22 Syawal 1438 H (16-07-2017)

Hari ini para santri baik remaja puteri maupun sepuh selain semaan quran, kegiatan mereka adalah persiapan ujian. Hari ini diberi kisi-kisi apa saja yang akan keluar pada ujian besok. Ujiannya berupa hafalan surat pendek, doa-doa manfaat, bacaan shalat.

 

Awal pelajaran saat dibagi buku tabungan
Awal pelajaran saat dibagi buku tabungan

 

Saat-saat diberitahu kisi-kisi ujian untuk pekan depan.
Saat-saat diberitahu kisi-kisi ujian untuk pekan depan.

 

Mereka tetap semangat kan?

Lalu kita?

# Kegiatan Darush Sholihin, 15 Oct 2016

Info DarushSholihin.Com

Ini suasana menunggu sore ini sehabis TPA di Pesantren Darush Sholihin. Mereka menunggu mobil yang menjemput dan mengantar ke rumah masing-masing. Mereka yang hadir sore ini sekitar 300 santri dari berbagai dusun dan desa sekitar pesantren.


menunggu_santri_jemputan

 

Fasilitas penjemputan ini disediakan oleh Pesantren Darush Sholihin secara gratis.

Anda mau dukung?

Cukup berdonasi tiap bulannya dengan jumlah bebas, maka Anda sudah mendukung anak-anak itu belajar agama.

 

Berdonasi ke:

Bank Syariah Mandiri (BSM) a/n Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul: 7068478612. (kode bank: 451)

Konfimasi ke: 082313950500, format konfirmasi: Donasi DS# nama# alamat# bank tujuan transfer# besar donasi# tanggal transfer.

Moga Allah berkahi rezekinya.

Pesantren Darush Sholihin

Dusun Warak RT.08 / RW.02, Desa Girisekar, Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55872, Indonesia
+62 811-267-791

https://g.co/kgs/vAq0lX

Info DarushSholihin.Com

Malam ini simbah-simbah kembali belajar Quran dan Iqra. Mereka memang sudah dikenal semangat dibanding kelas bapak-bapak. Jumlah mereka pun amat banyak hingga mencapai angka 200 dan rutin hadir setiap Malam Ahad, bada Isya. Selain belajar iqra dan quran, juga ada pembelajaran ibadah, hafalan surat pendek dan doa-doa keseharian.

Kebanyakan di antara simbah-simbah tadi berada di kelas Iqra’. Tadi ada sekitar 10 orang tercatat naik ke kelas Al-Quran yaitu tiga tahun sejak dibukanya kelas Iqra. Walau dimakan usia (rata-rata di atas 45 tahun), mereka tetap semangat untuk bisa naik ke kelas Al-Qur’an.

Untuk menyemangati mereka untuk belajar Quran, malam ini ada sekitar 30 ibu sepuh yang diberikan reward berupa uang saku. Kriteria yang diberikan reward:

1. Sudah naik ke Al-Qur’an dari Iqra.
2. Lancar membaca – menghafal dan paling aktif.
3. Lambat membaca – menghafal namun terus aktif.

Reward inilah penyemangat mereka, juga untuk memotivasi lainnya agar terus belajar giat.

Demikian salah satu metode penyemangat belajar di Pesantren Darush Sholihin.

Tunggu metode-metode lainnya dari DS untuk membangun pesantren masyarakat.

Info DarushSholihin.Com

Ini keadaan anak-anak TPA pulang setiap sore dengan menggunakan mobil bak terbuka (pick up). Mereka dengan terpaksa dijemput dan diantar pulang dengan mobil bak terbuka dari kendaraan pesantren.

Kalau ada yang berkomentar, “Itu berbahaya.”

Iya betul, namun kendaraan yang ada cuma seperti ini.

Daripada cuma pintar komentar saja, kami sangat senang sekali jika ada yang mampu memberikan dua bis mini untuk jemputan anak santri TPA Darush Sholihin. Insya Allah akan dibuka donasinya.

Jumlah santri TPA setiap Selasa, Rabu, Jumat sekitar 300-an santri, datang dari berbagai dusun.

 

ngaji_pesek_01
Suasana ketika pulang TPA di Pesantren Darush Sholihin, kendaraan hanya terbatas pada mobil bak terbuka.

Info DarushSholihin.Com

Warak, sore hari, 14 Rajab 1437 H: Anak-anak ini adalah para santri Kalong, datang dan pergi di sore hari. Di pagi hari mereka sekolah di sekolah umum biasa. Darush Sholihin tidak menyediakan pondok untuk para santri karena mereka hanya datang dari desa-desa sekitar pesantren.

 

Santi putera kelas PAUD/ TK yang sedang mengaji iqra di lapangan.
Santi putera kelas PAUD/ TK yang sedang mengaji iqra di lapangan.

 

Santri putera kelas SD di masjid Jami Al-Adha DS.
Santri putera kelas SD di masjid Jami Al-Adha DS.

 

Santri puteri yang sedang menunggu gurunya hadir.
Santri puteri yang sedang menunggu gurunya hadir.

 

Santri puteri kelas TK/ PAUD yang sedang menghafal hadits sambil berdiri.
Santri puteri kelas TK/ PAUD yang sedang menghafal hadits sambil berdiri.

 

KEADAAN SANTRI

Jumlah mereka untuk gelombang Selasa, Rabu, Jumat hampir 400 santri. Ditambah santri gelombang Senin – Kamis, totalnya ada 650-an santri untuk saat ini.

 

PELAJARAN

Mereka bukan hanya mempelajari Al-Quran dan Iqra dari dasar. Ada pelajaran tambahan seperti hafalan surat pendek, hafalan hadits pendek, kosakata bahasa Arab, pelajaran akidah, fikih dan akhlak. Materi TPA DS ini sudah bersilabus dan terdiri dari tiga tingkatan. Ada juga kelas Tahfizh DS yang diadakan setiap Senin dan Kamis. Setiap pertengahan dan akhir semester ada ujian dan memiliki raport. TPA DS pun sudah dapat izin resmi dari DEPAG berupa Madrasah Diniyyah Darush Sholihin dengan akreditasi B.

 

TEMPAT BELAJAR

Tempat mereka mengaji tidak ada ruang khusus, cukup memanfaatkan masjid dan lapangan di sekitar pesantren.

 

PENGAJAR

Pengajar TPA ini tak perlu pakai orang luar, lulusan pesantren misalnya, cukup dari warga yang sudah dibina secara khusus oleh pesantren. Ada 30-an pengajar di Darush Sholihin.

Kenapa dari warga? Biar mereka bisa merasa memiliki pesantren dan tidak cemburu dengan orang luar.

 

PENGARUH

Pengaruh TPA di antaranya akan mempengaruhi orang tua. Ortu akan tahu anaknya sudah dididik dengan baik, maka mereka pun tertarik dengan pengajian yang diadakan oleh Darush Sholihin secara rutin.

 

SUMBER DANA TPA

Dari donatur web RumayshoCom, sudah mencapai 300 lebih donatur tetap.

 

STUDI BANDING

Ingin studi banding, bisa buat appointment dulu dengan sekretaris DS di: 0811267791 (Jarot). Syarat penting: tidak per individu dan sudah buat janji jauh-jauh hari.

Moga bisa dicontoh di desa lainnya.

Pimpinan Darush Sholihin,

 

Muhammad Abduh Tuasikal

Info DarushSholihin.Com

Pin It