Tag

kajian takmir

Browsing

Belajar Kitab Tauhid edisi September 2017 ini dibersamakan dengan belajar ruqyah. Karena dalam bahasan Kitab Tauhid terdapat bab yang membahas masalah ruqyah sehingga butuh untuk memahami praktiknya secara langsung.

Untuk kali ini Darush Sholihin mengundang tim  dari Yayasan Rehab Hati yang sudah masyhur dengan seminar ruqyahnya. Tim Rehab Hati yang hadir adalah Ustadz Sholeh Kurniawan dan Ustadz Rian (keduanya dari Jakarta), serta Ustadz Beny Abdurrahman (Tim Rehab Hati Jogja).

Pembelajaran ruqyah terdiri dari dua sesi. Sesi pertama yaitu penyampaian materi pada Malam Ahad, bada Isya – 21.00 WIB. Sesi kedua berupa praktik ruqyah yang berlangsung pada Ahad pagi, 08.00 – waktu Zhuhur.

Pembelajaran ruqyah ini juga dihadiri ibu-ibu DS dan ada pengobatan ruqyah bagi beberapa pasien dengan beberapa kasus. Ada yang punya masalah dengan jin nasab dan anak indigo. Ada pula yang dahulu pernah disihir oleh rekan kerja karena kecemburuan.

Bulan berikutnya, Sabtu-Ahad, 14 dan 15 Oktober 2017, belajar ruqyah insya Allah akan kembali berlanjut dengan mengundang Ustadz Nuruddin Al Indunissy (Founder Rehab Hati Foundation) dalam acara Exclusive Training Tazkiyatun Nafs & Ruqyah Syar’iyyah sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Laporan selengkapnya dalam bentuk PDF, silakan lihat di sini.

Info DarushSholihin.Com

156 Takmir Gunungkidul sekitarnya hadir

Kajian takmir ini sudah menjadi agenda rutin Pesantren Darush Sholihin. Tujuannya adalah untuk membekali para takmir dan da’i yang akan terjun langsung ke masyarakat dengan ilmu penting yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Tema kajian takmir sebelumnya adalah masalah masjid, pengurusan jenazah, pembekalan Ramadhan, dan panduan qurban. Sabtu dan Ahad kemarin (9-10 September 2017), tema kajian takmir adalah terkait ketauhidan, sebagai tindak lanjut dari kajian takmir sebelumnya yang sudah mengulas lima belas bab. Pertemuan terakhir kemarin membahas hingga bab ke-21 dari Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad At-Tamimi.

Enam bab yang dibahas selama dua hari tersebut dapat disimpulkan bahwa hendaknya seorang muslim tidak bersikap berlebihan pada orang shalih dan tidak beribadah di kubur orang shalih walaupun ibadahnya ditujukan untuk Allah. Berlebihan pada orang shalih itulah yang menjadi akar syirik sejak masa Nabi Nuh ‘alaihis salam.

Dalam kajian tersebut dibuka pula sesi tanya jawab. Selama tujuh sesi, banyak persoalan menarik seputar fenomena di masjid masing-masing. Namun Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal menjawab dengan bijak, beliau menyarankan agar terus bersabar dan berusaha mengatur strategi yang baik dalam berdakwah.

Video kajian takmir ini akan dimuat di channel Rumaysho TV di Youtube, playlist “Kitab Tauhid”. Adapun kajian takmir akan berlangsung rutin setiap Sabtu Pahing dan Ahad Pon.

Laporan selengkapnya dalam bentuk PDF, silakan lihat di sini.

Info DarushSholihin.Com

Dakwah tauhid harus ditanamkan terlebih dahulu sebelum dakwah lainnya.

Inilah yang jadi target Darush Sholihin. Termasuk visi-misi ini diwujudkan dalam kajian takmir yang rutin diadakan setiap Sabtu Pahing dan Ahad Pon. Materi yang akan dikaji secara rutin nantinya adalah Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Sudah 21 bab yang dikaji sampai pada kajian takmir terakhir, 9 dan 10 September 2017.

Santri dalam kajian tauhid ini adalah para takmir sebagai perwakilan dari 156 masjid.

Semoga Allah menguatkan Tauhid dan Iman warga Gunungkidul.

Info DarushSholihin.Com

Pin It