Tag

hafalan al quran

Browsing

Mulai tahun ajaran baru ini (semester ganjil 2016/ 2017), Pesantren Darush Sholihin mengkhususkan hari Senin dan Kamis di Masjid Jami’ Al-Adha (masjid sentral pelajaran pesantren) sebagai hari tahfizh. Tahfizh tersebut diadakan setiap Senin dan Kamis ba’da ‘Ashar – 17.00 WIB.

Program ini kurang lebih berjalan 1,5 tahun dan ada yang 2,5 tahun. Pembina yang membimbing tahfizh adalah lulusan santri Al-I’tisham Wonosari dan sebagian ibu-ibu yang sudah menghafal lebih dari 2 juz Al-Qur’an.

Para santri rata-rata sudah menghafal 1 juz Al-Qur’an yaitu juz 30. Ada yang baru setengah juz dan ada santri-santri PAUD, TK dan SD yang baru mulai hafalan.

Kalau mau dilihat kesibukan anak DS, mereka mesti belajar dari Senin – Jumat. Setiap Senin dan Kamis belajar tahfizh. Sedangkan Selasa, Rabu, dan Jumat mengikuti pelajaran TPA yang mengajarkan Al-Qur’an, Iqra’, Akidah, Akhlak, Ibadah hingga bahasa Arab.

Semoga DS bisa mencetak anak-anak shalih/shalihah yang hafizh Al-Qur’an.

DarushSholihin.Com

Warak, 18 Ramadhan 1437 H: Saat bulan Ramadhan tahun ini, jadwal hafalan para santri tetap ada seperti biasa. Namun jadwalnya berbeda dengan jadwal biasanya.

Di bulan Ramadhan, jadwal hafalan yang ba’da Shubuh dibuat seperti biasa, habis ceramah Shubuh langsung dengan durasi waktu hafalan adalah 30 menit (bertambah dari sebelumya yang hanya 20 menit). Sedangkan jadwal ibu-ibu muda dari siang dipindahkan di waktu pagi, pukul 08.00 – 10.00 WIB. Bahkan ada ujian untuk hafalan ibu-ibu muda menjelang akhir Ramadhan ini. Adapun untuk kelas remaja puteri (SMA) dipindahkan ba’da ‘Ashar sampai dengan 16.15 WIB.

Kalau kelas Rumaysho sudah menghafalkan hampir 2 juz. Sedangkan kelas ibu-ibu muda sudah sampai surat Ath-Thalaq dan At-Tahrim di juz 28, di mana mereka menghafal dari surat An-Naas. Sedangkan untuk kelas remaja puteri SMA baru sampai surat Al-Muthaffifin dari surat An-Naba’.

Semoga berkah Al-Qur’an di bulan Ramadhan bisa diraih para santri Darush Sholihin.

Info DarushSholihin.Com

 

jadwal_tahfizh_quran
Jadwal Tahfizh DS di Luar Ramadhan

Wonosari, Ahad, 8 Mei 2016: Ini kali kedua Pesantren Darush Sholihin mengikuti lomba tahfizh (hafalan) tingkat Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Lomba yang pertama dahulu dalam rangka penjaringan peserta MTQ di propinsi. Kala itu belum mendapatkan hasil berupa juara. Karena penasaran, pada lomba Madin (Madrasah Diniyyah Takmiliyah), Darush Sholihin kembali ikut.

Lomba Madin tersebut diselenggarakan di Masjid Agung Al-Ikhlas Wonosari pada Ahad kemarin, 8 Mei 2016, 08.00 – 13.00 WIB. Ada satu lomba saja yang diikuti dari beberapa lomba yang ada dalam daftar Kemenag yaitu tahfizh (hafalan) juz 30. Sebagai wakil adalah dua santri yang sudah menyelesaikan juz 30 yaitu Mas Dimas (putera) dan Dek Rumaysho Tuasikal (puteri). Dek Rumaysho adalah peserta terkecil dibanding peserta lomba lainnya. Rata-rata yang mengikuti lomba hafalan berada di kelas 5 SD. Sedangkan Rumaysho baru kelas 2 SD.

Alhamdulillah, dalam lomba Madin kali ini, Madin Darush Sholihin berhasil meraih juara ketiga lewat adik tercinta, Rumaysho Tuasikal (puteri pertama dari Ustadz M. Abduh Tuasikal). Ini sangat memotivasi Dek Rumaysho supaya ke depannya bisa jadi lebih baik dan lebih semangat dalam menghafal Al-Qur’an.

Doakan untuk Darush Sholihin agar bisa menghasilkan santri-santri yang shalih/ shalihah, menjadi hafizh Al-Qur’an dan berakhlak mulia.

 

juara_3_hafalan
Adik Rumaysho Fathmah Tuasikal yang menyabet juara 3

Info DarushSholihin.Com

Malam Jumat 21 Rajab 1437 H @ Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, sekitaran Pesantren Darush Sholihin [binaan RumayshoCom]

Anak-anak sekitaran habis Isya berjamaah langsung nongkrong di pinggir jalan.

Kami sendiri sedang mencicipi makan malam bersama anak-anak, ketika itu kami mendengar suara teriakan bocah-bocah tersebut.

Apa yang mereka teriakkan?

Mereka berteriak: “Alam taro kayfa fa’ala robbuka bi ash-haabil fiil … (dst)

Kira-kira, mereka sedang nyanyi-nyanyi (lagu) ataukah lantunkan suatu yang bermanfaat?

Itu yang terdengar saat ini, berbeda jauh dengan sembilan tahun lalu ketika awal kami di Kampung Warak.

Sekarang hal biasa di rumah-rumah di Kampung Warak terdengar lantunan ayat suci, karena ibu dan anak sudah harus menyetor hafalan walau sepekan sekali, ada yang dua kali, bahkan ada yang tiap hari.

Doakan moga kampung Warak selalu diberkahi.

Muhammad Abduh Tuasikal

Pimpinan Pesantren Darush Sholihin dan Pengasuh Rumaysho[dot]Com

Malam Jumat, 21 Rajab 1437 H

Warak, 12 Safar 1437 H: Saat ini dibuka kelas baru untuk santri hafalan anak-anak kelas PAUD dan TK, kisaran umur 5 – 8 tahun. Pelajarannya baru saja dibuka dalam 3 kali pertemuan. Selain menghafalan juz ‘amm, mulai dari Al-Fatihah, surat An-Naas, surat Al-Falaq, surat Al-Ikhlas, dan seterusnya; ada juga pelajaran selingan yaitu latihan shalat dan permainan.

Santri yang hadir adalah 53 santri dibagi menjadi dua kelas. Kelas pertama, antara 11.00 – 12.00 WIB (shalat Zhuhur berjama’ah). Kelas kedua, antara 12.00 – 13.00 WIB (shalat Zhuhur berjama’ah bareng kelas pertama).  Cara menghafalnya pun hanya menyimak dan menirukan, bukan membaca langsung dari mushaf.

Santri yang datang bukan hanya dari sekitar lingkungan pesantren. Ada yang berbeda dusun, bahkan berbeda desa. Itulah semangatnya mereka.

Di pagi hari mereka tetap sekolah di sekolah umum (bukan pondok pesantren). Sore harinya atau di saat jadwalnya baru mereka datang ke pesantren. Setelah itu mereka pulang lagi ke rumah, tanpa menginap, istilahnya adalah santri kalong. Lihat cerita tentang pesantren DS di sini.

Kelas hafalan ini diampu langsung oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal sendiri, dibantu dengan dua pengajar puteri lulusan Al-Itisham Wonosari, dan sisanya diampu oleh pengajar TPA yang sudah baik hafalannya.

Walhamdulillah, pengaruh kelas hafalan ini bagi lingkungan sungguh besar. Dulu di sekitar pesantren terkenal dengan keonaran dan kesemrawutan, akhirnya sekarang menjadi kampung santri. Dulunya di rumah-rumah biasa terdengar suara musik ‘campur sari’, sekarang beralih pada lantunan ayat suci Al-Qur’an (murottal). Anak-anak gemar melantunkan hafalan tersebut di rumah, begitu pula bapak dan ibunya. Semuanya berkat nikmat Allah.

Silakan tilik kisah sebelumnya: Dari Musik Beralih Menghafal Al-Qur’an. Dan pernah diadakan wisuda juz 30 bagi santri anak-anak dan ibu-ibu.

Kenapa penting sekali mendidik anak sejak dini?

Jawabannya cukup ingat pepatah berikut.

العلم في الصغر كالنقش على الحجر

“Belajar di waktu kecil seperti mengukir di atas batu.” Artinya: Ilmu di waktu anak-anak lebih mudah menancap dan menempel dibanding ketika sudah besar (dewasa).

Kelas hafalan yang dibuka di Pesantren Darush Sholihin saat ini yang hampir diikuti 140 orang adalah sebagai berikut.

  1. Kelas PAUD dan TK, ada 35 anak, setiap Senin dan Kamis, 11.00 – 13.00.
  2. Kelas anak-anak 6 SD – SMP, ada 8 anak, setiap ba’da Shubuh Senin – Sabtu.
  3. Kelas anak-anak 4 – 6 SD, ada 30-an anak, setiap Senin dan Kamis, Ashar – 17.00.
  4. Kelas SMP Putera dan Puteri, ada 20-an anak, setiap Ahad pagi, 07.30 – 09.00 WIB.
  5. Kelas SMA Puteri, ada 6 anak, setiap Rabu dan Sabtu sore.
  6. Kelas SMA Putera, ada 7 anak, setiap ba’da Shubuh Senin – Sabtu.
  7. Kelas bapak-bapak, ada 10 santri, setiap Ahad pagi, 06.00 – 07.00.
  8. Kelas ibu-ibu muda, setiap pekan sekali sesuai hari pilihan, terdiri dari enam kelas. Ada sekitar 30-an santri.

Target hafalan adalah dua juz Al-Qur’an, yaitu juz 29 dan 30.

Yang telah mencapai dua juz adalah kelas no. 2 (6 SD – SMP) dan kelas no. 8 (ibu-ibu muda). Bahkan ada seorang ibu yang saat ini hampir berusia 60 tahun yang telah menghafal sampai 3 juz (juz 28-30). Kelas yang banyak hafalannya telah mengikuti kelas hafalan sekitar dua tahunan.

Bagi yang ingin berdonasi untuk Pesantren Darush Sholihin sebagai amal jariyah, silakan mentransfer via rekening: (1) BCA: 8610123881, (2) BNI Syari’ah: 0194475165, (3) BRI: 0029-01-101480-50-9, semuanya atas nama Muhammad Abduh Tuasikal.

Setelah mengirimkan donasi, silakan mengkonfirmasi ulang ke 0823 139 50500 (via SMS).

Contoh sms konfirmasi:

Donasi Pesantren # Rini Rahmawati #Jogja # Rp.300.000 # BRI # 20 Agustus 2015.

Semoga Allah berkahi rezeki bapak/ ibu sekalian, moga menjadi amal jariyah (pahala yang terus mengalir). Info pengeluaran donasi pesantren, silakan cek di sini.

 

Info CALL/ WA: 0811267791 (Mas Jarot)

 

Sambil hafalan, sambil latihan shalat.
Sambil hafalan, sambil latihan shalat.

 

Anak laki-laki yang ikut hafalan, kelas PAUD dan TK.
Anak laki-laki yang ikut hafalan, kelas PAUD dan TK.

 

Anak puteri yang ikut hafalan, kelas PAUD dan TK.
Anak puteri yang ikut hafalan, kelas PAUD dan TK.

 

Anak putera yang ikut hafalan, kelas 2-4 SD.
Anak putera yang ikut hafalan, kelas 2-4 SD.

 

Kelas puteri yang ikut hafalan, kelas 2-4 SD.
Kelas puteri yang ikut hafalan, kelas 2-4 SD.

 

Info DarushSholihin.Com

Join Telegram Channel @DarushSholihin

Berkat nikmat Allah, dakwah di Dusun Warak, Desa Girisekar, Panggang, Gunungkidul perlahan-lahan mengalami perkembangan. Pesantren Darush Sholihin yang kami dirikan sengaja dibuat untuk mendidik masyarakat awam, tidak ada santri yang mondok dan tidak menerima santri dari luar Warak. Hampir setiap sore, lebih padat lagi pada hari Sabtu dan Ahad diadakan kajian-kajian Islam mulai dari pengajaran Iqro’, Al Qur’an dan pembelajaran ibadah. Alhamdulillah, warga Warak semakin hari semakin paham akan sunnah Rasul dan makin hari jumlah santri yang datang ke Pesantren bertambah banyak hingga total 500 santri mulai dari anak-anak hingga orang tua sepuh. Lihatlah kebiasaan mereka di rumah dahulu menghafalkan lantunan musik, sekarang mulai dari anak-anak -dengan nikmat Allah- gemar menghafalkan Al Qur’an. Lihat: Dari Musik Beralih Menghafalkan Al Qur’an.

Di antara program pesantren adalah membimbing dalam menghafalkan Al Qur’an. Ada dua kelas yang dibuka yaitu untuk santri anak-anak dan santri ibu-ibu muda. Selama kami di Gunungkidul dalam kurun waktu 9 bulan, alhamdulillah santri ibu-ibu -yang notabene awam- sudah menghafalkan juz 30, sedangkan anak-anak yang mereka hanya menghafalkan satu baris setiap kali pertemuan sudah menghafalkan tiga surat yang panjang dari juz 30 (An Naba’, An Nazi’at dan ‘Abasa).

Sengaja pada tanggal 01 Januari 2014 tepatnya pada malam Kamis, kami mengadakan wisuda untuk ibu-ibu supaya menyemangati mereka untuk menghafalkan juz-juz berikutnya dari Al Qur’an. Di dalam acara tersebut ibu-ibu ditest hafalannya secara berkelompok. Dan di awal acara dibacakan hafalan oleh 8 anak dengan membacakan tiga surat An Naba’, An Nazi’at dan ‘Abasa. Dan sebelumnya juga diawali dengan sambutan-sambutan mulai dari pihak takmir, pihak MUI Kecamatan Panggang yang diwakili ketuanya Ustadz Hasan, sambutan dari Carik Desa Girisekar, dan sambutan dari salah satu santri yang merupakan guru di SMP 2 Panggang. Alhamdulillah mereka sangat merespon baik-baik program pesantren. Bahkan Perwakilan MUI menyarankan segera untuk dibentuk Pondok dan menerima santri yang menginap.

Berikut beberapa dokumentasi kami dalam acara tersebut:

Para aparat Desa Girisekar turut hadir, nampak Pak Giyanto dan Pak Syamsuri
Para aparat Desa Girisekar turut hadir, nampak Pak Giyanto dan Pak Syamsuri
Muqoddimah dari anak-anak dengan membacakan hafalan mereka surat An Naba', An Nazi'at dan 'Abasa
Muqoddimah dari anak-anak dengan membacakan hafalan mereka surat An Naba’, An Nazi’at dan ‘Abasa
Sambutan dari Takmir Masjid Jami Al Adha, Bapak Muhammad Sariman
Sambutan dari Takmir Masjid Jami Al Adha, Bapak Muhammad Sariman
Sambutan dari Perwakilan MUI Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Ustadz Hasan
Sambutan dari Perwakilan MUI Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Ustadz Hasan
Sambutan dari Pak Aris (Carik Desa Girisekar) yang juga sangat mendukung program Pesantren Darush Sholihin, beliau juga rutin menghadiri kajian di Pesantren DS setiap malam Kamis (kajian Umdatul Ahkam)
Sambutan dari Bpk. Aris (Carik Desa Girisekar) yang juga sangat mendukung program Pesantren Darush Sholihin, beliau juga rutin menghadiri kajian di Pesantren DS setiap malam Kamis (kajian Umdatul Ahkam)
Sambutan dari Guru SMP 2 Panggang, Bpk Hartono, yang juga rutin menghadiri kajian Pesantren DS (kajian Kitab Tauhid dan Umdatul Ahkam)
Sambutan dari Guru SMP 2 Panggang, Bpk. Hartono, yang juga rutin menghadiri kajian Pesantren DS (kajian Kitab Tauhid dan Umdatul Ahkam)
Tausiyah singkat dari Abduh Tuasikal (selaku Pimpinan Pesantren Darush Sholihin) yang memotivasi warga dan santri  untuk semangat menghafalkan Al Qur'an. sebelumnya beliau mengetes santri ibu-ibu muda dalam hafalan Al Qur'an Juz 30
Tausiyah singkat dari  Muhammad Abduh Tuasikal (selaku Pimpinan Pesantren Darush Sholihin) yang memotivasi warga dan santri untuk semangat menghafalkan Al Qur’an. sebelumnya beliau mengetes santri ibu-ibu muda dalam hafalan Al Qur’an Juz 30
Wisuda santri dihadari warga yang berjumlah hampir 300 orang.
Wisuda santri dihadari warga yang berjumlah hampir 300 orang.
Pimpinan Pesantren saat memberikan tausiyah memutarkan video Syaikh Fahd Al Kandari yang memotivasi dalam menghafalkan Al Qur'an
Pimpinan Pesantren saat memberikan tausiyah memutarkan video Syaikh Fahd Al Kandari yang memotivasi dalam menghafalkan Al Qur’an
Penyerahan hadiah dari Bpk Wasjiyono untuk Rumaysho, salah seorang santri penghafal Al Qur'an (ia adalah yang paling kecil, baru menginjak bangku taman kanak-kanak namun sudah menghafalkan banyak surat dari juz 30)
Penyerahan hadiah dari Bpk. Wasjiyono untuk Rumaysho, salah seorang santri penghafal Al Qur’an (ia adalah yang paling kecil, baru menginjak bangku taman kanak-kanak namun sudah menghafalkan banyak surat dari juz 30)
Warga dan santri yang hadir begitu banyak sehingga membuat macet jalan di depan Pesantren Darush Sholihin
Warga dan santri yang hadir begitu banyak sehingga membuat macet jalan di depan Pesantren Darush Sholihin

 

Moga Allah menjadikan warga Warak sekitarnya semakin mengenal ajaran Islam dan memahami Al Qur’an, juga sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pimpinan Pesantren Darush Sholihin,

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Pin It