Tag

darush sholihin

Browsing

Pesantren Darush Sholihin yang terletak di Dusun Warak, Desa Girisekar, Panggang-Gunungkidul saat ini telah memiliki hampir 200 santri, mulai dari usia dini hingga usia senja. Itu pun dibagi dalam beberapa kelas, sesuai tingkatan pendidikan mereka. Bahkan ada yang berada di usia senja pun masih turut belajar.

Para santri tersebut ternyata sangat minat akan membaca. Pernah suatu saat selepas pelajaran, kami membuatkan lomba menulis artikel Islam, yang terbagus akan mendapatkan hadiah. Alhamdulillah, mereka semangat sekali mengikutinya. Buku-buku dan majalah di Pesantren Darush Sholihin jadi rujukan.

Karena semakin meningkatnya minat baca, maka Pesantren berinisiatif menyediakan fasilitas buku bacaan. Buku-buku terjemahan sudah banyak disediakan bahkan ada yang diberikan gratis oleh sebagian muhsinin. Begitu juga karena saat ini kami berada di Arab, kami pun menyediakan kitab berbahasa Arab sebagai bekal ilmu bagi pengajar, juga para santri nantinya akan dibimbing bahasa Arab.

Moga dengan adanya pesantren ini menambah hasanah ilmiah di tengah-tengah masyarakat. Semoga Allah memberikan mereka hidayah demi hidayah.

Bagi yang berkeinginan memberikan donasi untuk pembangunan dan pengembangan Pesantren Darush Sholihin, silakan lihat: Donasi.

 

Penyediaan Buku dan Perpustakaan Darush Sholihin
Penyediaan Buku dan Perpustakaan Darush Sholihin

 

Riyadh-KSA, 12 Shafar 1434 H

Pimpinan Pesantren Darush Sholihin,

Muhammad Abduh Tuasikal

 

DarushSholihin.com

Semenjak berdirinya pesantren di Dusun Warak, Desa Girisekar, Panggang-Gunungkidul, alhamdulillah masyarakat semakin tertarik untuk belajar Islam, walau sedikit crash dengan beberapa kalangan yang masih ingin terus mempertahankan tradisi (yang menyelisihi tuntunan Islam).

Awalnya para santri -terutama remaja- adalah penggemar berat musik. Sampai mereka bisa menghafalkannya dengan mudah. Namun ketika pesantren Darush Sholihin berdiri dan dibuatkan program menghafal Qur’an juz 30, mereka mulai menghafalkan Al Qur’an. Akhirnya aktifitas mereka sehari-hari tidak sibuk dengan ngerumpi, namun diganti dengan saling menyetorkan hafalan Qur’an. Bahkan bapak-bapak yang bekerja, ibu-ibu yang sedang kumpul-kumpul, saling menanyakan hafalan Al Qur’an satu dan lainnya. Musik yang biasa didengar di telepon genggam beralih menjadi murothal. Alhamdulillah, ini semua berkat nikmat Allah yang telah memberikan hidayah. Moga mereka dapat terus istiqomah. Padahal mereka awalnya adalah orang awam, namun bisa berubah perlahan-lahan dengan karunia Allah. Jika orang desa seperti ini bisa menjadi demikian, seharusnya Anda pun bisa. Saatnya meninggalkan musik dan beralih pada Al Qur’an yang lebih menenangkan jiwa.

Bagi yang ingin turut serta dalam donasi Pesantren Darush Sholihin, silakan buka link: Donasi.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

 

Riyadh, KSA, 12 Shafar 1434 H

Pimpinan Pesantren Darush Sholihin,

Muhammad Abduh Tuasikal

 

DarushSholihin.com

Pin It