Semalam kami bertandang ke jamaah di selatan desa kami di Gunungkidul. Tepatnya di Dusun Pringwulung, Krambilsawit yang masuk Kecamatan Saptosari, Gunungkidul. Mayoritas warga di sana adalah miskin atau berada di bawah garis kemiskinan. Namun masya Allah, hampir seluruh warga di 6 RT yang ada di dusun tersebut meninggalkan berbagai macam tradisi mulai dari yang dinilai syirik dan tiada tuntunan.

Dahulu pohon besar (seperti pohon beringin) begitu diagungkan dengan sering digantungkannya sesajen di pohon tersebut yang dianggap keramat dan bawa berkah. Sesajen yang digantungkan biasa disebut ‘panjang ilang’. Namun berkat izin Allah, pohon tersebut ditebang oleh warga agar kesyirikan dapat diberantas. Karena jelas tradisi yang satu ini dihukumi syirik bahkan syirik besar, di mana ada sesajen pada selain Allah.

Begitu pula tradisi kental di masyarakat seperti Yasinan-Tahlilan yang laris manis di negeri kita, mereka tinggalkan. Karena mereka tahu bahwa amalan selamatan kematian tersebut tidak pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pembawa risalah, begitu pula para sahabat sebagai pewaris ilmu Nabi tidak pernah melakukannya. Ilmu seperti ini sudah mereka dapati dari para da’i yang rela berdakwah hingga ke dusun mereka yang jauh di pelosok.

Tepatnya hari Selasa, 11 Juni 2013, sambil melakukan kunjungan dan mendapatkan info-info di atas dari Pak Ngadikir, kami pun menyalurkan bantuan kepada Masjid Al Mustaqim untuk renovasi masjid. Dana awal yang kami serahkan adalah Rp. 10.000.000,- dari Rp.28.000.000 yang tertera dalam proposal. Insya Allah sisa dana akan kami serahkan menyusul.

Berikut beberapa dokumentasi dari kunjungan kami ke Dusun Pringwulung.

Masjid yang sudah terlihat tua berumur 10 tahunan
Masjid yang sudah terlihat tua berumur 10 tahunan

 

Tangga turun dari Masjid Al Mustaqim
Tangga turun dari Masjid Al Mustaqim

 

Masjid Al Mustaqim
Masjid Al Mustaqim

 

Penyerahan dana awal sebesar Rp.10.000.000,- kepada Takmir Masjid, Pak Ngadikir
Penyerahan dana awal sebesar Rp.10.000.000,- kepada Takmir Masjid, Pak Ngadikir

 

 

 

Pimpinan Pesantren Darush Sholihin,

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

 

DarushSholihin.Com

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

Write A Comment

Pin It