Hari Ahad Pon, 24 November 2019 bertepatan dengan 27 Rabiul Awwal 1441 H, warga Gunungkidul DIY sekitarnya sekitar 10.000 jamaah hadir dalam kajian akbar yang diisi oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. di Lapangan Darush Sholihin Panggang Gunungkidul—Darush Sholihin adalah pesantren masyarakat yang dibina langsung oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc., berjarak 1,5 jam perjalanan dari kota Jogja—. Walhamdulillah jamaah sangat antusias menghadiri kajian akbar tersebut. Karena pengalaman mereka pada kajian akbar sebelumnya, mereka tidak mau telat hadir. Kalau telat hadir, kendaraan mereka berupa truck, bus mini, atau pick up bisa diparkir 3 KM dari tempat kajian. Oleh karena itu, rata-rata di antara mereka berangkat dari bakda Shubuh. Padahal waktu azan Shubuh di Gunungkidul sendiri jam 03.48 WIB. Selesai shalat Shubuh kira-kira setengah jam setelahnya. Maka di antara mereka ada yang sudah hadir di Darush Sholihin pada pukul 05.20 WIB. Padahal kajian dari Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc mengalami keterlambatan baru dimulai 08.40 WIB, karena menunggu beliau dari Jogja, juga mesti sarapan pagi terlebih dahulu di Darush Sholihin. 

Materi yang disampaikan pun pas untuk warga GK tentang “dunia sihir dan perdukunan” yang di mana disampaikan dengan berurutan dan sistematik oleh Ustadz Ahmad, apalagi ditambah contoh nyata sihir berdasarkan pengalaman beliau saat membimbing TKI di Saudi Arabia. Ada juga penjelasan beliau tentang dukun ashli (pakai shad) dan dukun palsu, yang membuat warga menyambut dengan tawa serta senyum manis. Semoga Allah senantiasa memberkahi ilmu Ustadz Ahmad. 

Video kajian Ustadz Ahmad Zainuddin di Youtube: dunia sihir dan perdukunan.

Itulah semangat dari warga Gunungkidul dalam menghadiri tabligh akbar. Sepertinya suasana yang sama akan ditemui pula dalam Tabligh Akbar selanjutnya pada Sabtu, 14 Desember 2019, waktu bakda Zhuhur – 14.00 WIB bersama Ustadz Abu Zubair dari Pekanbaru Riau.

Doakan kaum muslimin yang berada di Gunungkidul yah, moga mereka terus diberi keistiqamahan dan mendapatkan hidayah demi hidayah.

Laporan donasi masuk termasuk infak jamaag saat kajian akbar:

Rp.244.744.100,-

Laporan pengeluaran untuk tebar jilbab, makan, hingga transport jamaah:

Rp.244.787.000,-

—-

Oleh:

Muhammad Abduh Tuasikal 

29 Rabiul Awwal 1441 H

—-

Cerita dan kesan mereka yang hadiri kajian akbar

Cerita 1:

Dan sahabat² disini seru ust… berangkat tadi ada yg pgn cari jalan pintas ternyata nyasar, jadi putar balik lagi k jalur biasanya…

Mpe lokasi gamis pny salah satu tmn ada yg bolong kena knalpot, mskp hal spt sbnrnya sdh srg kami alami. Tapi seru aja tadi…

Eh, pulangnya…. Alhamdulillah ban motor saya bocor…

Jadi ada semangat baru dech.

Seruuuu….

Cerita 2:

Kajiannya keren ustad, jelas gamblang, 

Menyempatkan waktu unt tholabul ilmi bkumpul dg org” yg haus akan ilmu dan sorganya dunia 

Kl sdh ksiangan brgktnya, biasanya unt parkir mobil g bs dpt yg dkt sm mesjid ustad, kasian bw rombongan bw anak”

Cerita 3:

Berangkat kajian bersama rombongan jauh lbh menyenangkan ketimbang sendiri, ini adalah kali pertama saya hadir dlm kajian bersama rombongan (mskp bertemunya d lokasi) setelah sekian lama selalu brgk sndr.. 

Dalam hijrah saya selama ini masih jauh dari keistiqomahan. Saya ingin lebih istiqomah dlm ibadah, semoga sahabat² disini bisa saling mensuport utk itu.

Masya Allah… tema “Sihir dan Perdukunan” ternyata detail sekali tdk spt gambaran saya…

Ustadznya mantul.

Boleh juga ust dibikin kajian “Sihir dan Perdukunan” jilid 2

Cerita 4:

Mengapa Jamaah ndeso begitu antusias ikuti kajian di DS? Bahkan sampai dtg jam 5 pagi? 

Sementara Kajian di mulai jam 09.00. 

 1. Diantaranya mrk punya pengalaman datang jam 7 pagi sdh macet dan hrs turun kendaraan utk jalan kaki yg lumayan jauh. 

2. Antusiasme warga Gunungkidul hadiri Kajian DS, salah satunya krn icon DS (Ustadz Abduh) begitu baik akhlaknya thdp jamaah seluruhnya. Sosok beliau itu blm di temukan ada pada Pemimpin/Tokoh di Gunungkidul. 

Artinya, Warga masyarakat mmg butuh seorang Pemimpin/tokoh yg baik yg dekat dgn rakyat. Dan kebetulan itu ada pada diri Ustadz Abduh.

Coba saja ada pemimpin yg mau menyerukan agar rakyatnya gemar ngaji, dan beliau mau menfasilitasi. Pastinya akan mendapatkan simpati  dan dicintai masyarakat. Bukan hanya menonjolkan seringnya bikin pagelaran musik yg notabene hanya bs dinikmati oleh sebagian warga saja. Sbb apa? Tontonan yg meskipun gratis tsb  beresiko merusak akhlak dan berpeluang menebarkan berbagai maksiat.

3. Hati warga masyarakat nyatanya sdh tertambat di tempat2 pengajian yg di adakan oleh DS. Entah itu di selenggarakan di Pusat (Panggang) maupun di tempat2 lain. Entah itu kajian Akbar, maupun kajian2 rutin. Dan jamaah selalu bludak full. Meski dg atau tanpa bingkisan. 

Bukti jamaah sdh Cinta Ngaji yaitu;

 Mereka tdk takut lagi dg materi dan tema2 yg di angkat di tiap kajian. Semisal kupas tuntas masalah Riba, mereka oke. Bahas soal Klenik dan Perdukunan, di jabanin juga. Bahkan soal amalan2 bid’ah, pun sering di bahas, namun tetep ayok aja. Padahal semua kita tau, tema2 tsb sangat sensitif bagi ‘wong ndeso’ yg nota bene mereka adalah pelaku. Tp jamaah tdk ada yg nolak n protes. Mantabh! 👍🏻👍🏻

#maaf, nyerempet Pemimpin.(Idep2 ngeluarin uneg2)

Cerita 5:

Alasan sy berangkat mruput karena :

1.bljr dri kajian akbar yg lalu brgkt jam 7 parkir sy di dpn baldus warak jlnnya hampir 2 kilo maka kita mengambil solusi ba’da subuh berangkat.

2.menariknya judul materi yg bersemtuhan lgs dlm kehidupan masyarakat GK sy gak mau duduk di blkg apalgi diluar halaman parkir kurang jls nantinya

3.Kesan sy cara penyampaian bahasa dan logat ndeso ada pd ustadz ahmad beda2 tipis sama ustadz abduh sehingga jamaah yg sebagian besar dri masy menengah ke bwh materinya benar2 nyambung paham dan klo sy suruh mengulang InsyaAlloh ingat.

4.Rasa penasaran yg bgitu besar spanduk yg ditulis dg bahasa penuh misteri dg latar hitam menambah horor seperti apa isinya padti seeeeraamm.

Cerita 6:

Kesan pengajian tadi pagi ok sekali bu berapi api penuh semangat meski bukan orang jawa tapi bisa dimengerti maksudnya dengan jelas kita jadi tahu hal sekecil apapun yang ternyata dianggap sepele yg kita jumpai dimasyarakat seperti minta obat pada orang yang mememakai perantara jampi2 itu ternyata termasuk golongan sihir.

Info DarushSholihin.Com

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

2 Comments

  1. Maulana Ichsan Fatturachman Reply

    Masya Allah tabarakallah, saya sangat suka dengan cara Dakwah ustadz Abduh hafizhahullah ditambah dengan tim media yang mensupport dengan maksimal program beliau.
    Konten nya sangat menarik dan profesional.

    Semoga Allah ta’ala membalas seluruh kebaikan kaum muslimin yang turut membantu terselenggaranya dakwah ini, dan semoga dosa dosa kita semua diampuni Allah azza wa jalla.

    Jazakumullahu khairan wa barakallahu fiikum.
    Kami adalah penikmat program media dakwah yang dikelola oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal hafizhahullah. Sangat menginspirasi

    Dari Banjarmasin – Kalimantan Selatan

Write A Comment

Pin It