Malam ini simbah-simbah kembali belajar Quran dan Iqra. Mereka memang sudah dikenal semangat dibanding kelas bapak-bapak. Jumlah mereka pun amat banyak hingga mencapai angka 200 dan rutin hadir setiap Malam Ahad, bada Isya. Selain belajar iqra dan quran, juga ada pembelajaran ibadah, hafalan surat pendek dan doa-doa keseharian.

Kebanyakan di antara simbah-simbah tadi berada di kelas Iqra’. Tadi ada sekitar 10 orang tercatat naik ke kelas Al-Quran yaitu tiga tahun sejak dibukanya kelas Iqra. Walau dimakan usia (rata-rata di atas 45 tahun), mereka tetap semangat untuk bisa naik ke kelas Al-Qur’an.

Untuk menyemangati mereka untuk belajar Quran, malam ini ada sekitar 30 ibu sepuh yang diberikan reward berupa uang saku. Kriteria yang diberikan reward:

1. Sudah naik ke Al-Qur’an dari Iqra.
2. Lancar membaca – menghafal dan paling aktif.
3. Lambat membaca – menghafal namun terus aktif.

Reward inilah penyemangat mereka, juga untuk memotivasi lainnya agar terus belajar giat.

Demikian salah satu metode penyemangat belajar di Pesantren Darush Sholihin.

Tunggu metode-metode lainnya dari DS untuk membangun pesantren masyarakat.

Info DarushSholihin.Com

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

1 Comment

  1. Salut dengan perjuangan dakwah ustadz d gunung kidul..membuat masyarakat d sana mau kenal al quran dan dakwah sunnah..semoga Allah selalu memudahkan dakwah ustadz d sana

Write A Comment

Pin It