Warak, Girisekar, 23 Rabi’ul Akhir 1436 H: Sejak pengumuman akan kebutuhan pakaian layak pakai, Alhamdulillah responnya begitu bagus. Dalam kurun satu bulan, bahkan sejak minggu-minggu awal pengumuman kebutuhan pakaian layak pakai mulai direlease, ribuan paket berdatangan. Kalau dihitung sampai saat ini, sepertinya sudah berton-ton paket yang diterima oleh pihak pesantren. Ada yang mengirim via POS, JNE, Tiki atau ekspedisi lainnya di Jogja. Ada pula yang mengantarkan langsung ke Pesantren, walau jauh dari Salatiga maupun Surabaya. Untuk penyerahan pakaian layak bagai (walau sebagian diberi yang baru dan bagus), beberapa lembaga membuat seperti acara bakti sosial secara resmi, ada yang sudah dilaksanakan, dan ada yang berencana bulan depan.

Alhamdulillah, penyebaran pakaian layak pakai ini sudah sampai ke daerah-daerah pelosok bahkan di daerah-daerah yang jarang dijelajahi oleh Pesantren Darush Sholihin. Masyarakat pun antusias, bahkan pakaian yang sebenarnya tidak layak (warga menyebut: pakaian ZONG) pun jadi rebutan.

Perlu diketahui pula bahwa dari pakaian dan jilbab yang diperoleh pesantren baik yang baru atau pun yang lawas, banyak yang dapat hidayah dan mulai menggunakan jilbab dan pakaian syar’i. Alhamdulillah, semua itu hidayah dan kemudahan dari Allah.

paket_jilbab_image5
Tumpukan paket yang siap diseleksi santri ibu-ibu
paket_jilbab_image1
Tumpukan terus bertambah setiap harinya
paket_jilbab_image2
Paket ditujukan pada Pesantren Darush Sholihin dari Ibu-Ibu Majelis Taklim Puri Dewata Indah, Tangerang
paket_jilbab_image3
Penuh berantakan di rumah takmir masjid
paket_jilbab_image4
Pegawai pesantren sedang melakukan pencatatan nama pengirim dan siap dikonfirmasi untuk pemberitahuan paket yang sudah sampai
Paket yang sudah diterima Pesantren DS
Paket yang sudah diterima Pesantren DS

Info kebutuhan 2000 jilbab untuk Gunungkidul bisa dilihat di sini.

Info DarushSholihin.Com

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

Write A Comment

Pin It