Gunungkidul, 2 Februari 2014 (2 Rabi’uts Tsani 1435 H): Beberapa bulan yang lalu, sekitar awal November, kami bertemu Ustadz Abu Qotadah di Jakarta. Dan ketika itu kami meminta Ustadz Abu Qotadah untuk mengisi kajian di Jogja dan Gunungkidul. Alhamdulillah, beliau bersedia.

Hari Sabtu, 1 Februari 2014, beliau memulai mengisi di pagi harinya di Ponpes Jamillurrahman Bantul. Lalu dilanjutkan malam harinya mengisi di Masjid Kampus UGM membahas masalah Syi’ah. Keesokan harinya, Ustadz Abu Qotadah mengisi di Wonosari di Ponpes Al I’tishom mulai dari 09.00 – 11.00 WIB membahas tema “Permisalan Pohon Kurma dengan Iman.” Setelah itu beliau menuju ke Ponpes Darush Sholihin untuk makan siang. Setelah itu beliau shalat Zhuhur berjama’ah dan diminta untuk Ustadz Abduh Tuasikal untuk mengisi tausiyah sekitar 1/2 jam. Para jama’ah dan santri yang hadir begitu banyak, hingga 400 orang. Ada konsumsi juga yang disediakan saat itu. Beliau menyampaikan tema yang menarik yaitu cara menggapai kebahagiaan.

Semoga di lain waktu beliau bisa hadir lagi di Gunungkidul dan Pesantren Darush Sholihin.

 

Kajian di Pesantren Al I'tishom Wonosari, bersama Ustadz M. Abduh Tuasikal sebagai MC.
Kajian di Pesantren Al I’tishom Wonosari, bersama Ustadz M. Abduh Tuasikal sebagai MC.
Di Ponpes Al I'tishom, Ustadz Abu Qotadah membahas tema: Permisalan Pohon Kurma dengan Iman
Di Ponpes Al I’tishom, Ustadz Abu Qotadah membahas tema: Permisalan Pohon Kurma dengan Iman
Setelah mengisi di Al I'tishom Wonosari, beliau mengisi di Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul yang berjarak 25 km dari Wonosari
Setelah mengisi di Al I’tishom Wonosari, beliau mengisi di Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul yang berjarak 25 km dari Wonosari
Bapak-bapak begitu senang mengikuti kajian Ustadz Abu Qotadah dengan tema: Bagaimana Meraih Kebahagiaan
Bapak-bapak begitu senang mengikuti kajian Ustadz Abu Qotadah dengan tema: Bagaimana Meraih Kebahagiaan
Jumlah jama'ah yang hadir mengikuti kajian sekitar 400 orang, termasuk ibu-ibu dan kapasitas masjid tidak cukup sehingga ibu-ibu berada di rumah di samping masjid
Jumlah jama’ah yang hadir mengikuti kajian sekitar 400 orang, termasuk ibu-ibu dan kapasitas masjid tidak cukup sehingga ibu-ibu berada di rumah di samping masjid
Ibu-ibu datang dan mendapatkan konsumsi saat itu
Ibu-ibu datang dan mendapatkan konsumsi saat itu

DarushSholihin.Com

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

Write A Comment

Pin It