Girisekar, Panggang, Gunungkidul, 12 Muharram 1435 H: Dalam keadaan akan hujan di Girisekar, satu demi satu warga sudah bersiap menuju pasar murah di Pesantren Darush Sholihin. Sejak pukul 09.30 WIB, satu per satu warga sudah berdatangan di Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar. Padahal sesuai di jadwal pukul 10.00 WIB, pasar murah baru dimulai. Namun biar tidak terjadi penumpukan massa, setiap warga yang datang langsung dilayani. Alhamdulillah, sebelum waktu Zhuhur pasar murah ini sudah selesai untuk tiga Padukuhan yaitu Warak, Krambil dan Sawah yang acaranya dipusatkan di Pesantren Darush Sholihin. Kurang lebih 700 sembako habis terjual ketika itu dengan harga Rp.10.000,-. Yang mendapatkan paket sembako adalah yang telah mendapatkan kupon dan beberapa yang tidak mampu diberi secara cuma-cuma. Juga dalam paket sembako diberikan selebaran buletin (1 lembar bolak-balik, ukuran 1/2 A4).  Selebaran tersebut berisi artikel “Kita Diciptakan untuk Ibadah” untuk mengajak warga agar kembali mengingat Allah, diingatkan untuk shalat dan ibadah.

Panitia dari santi ibu-ibu yang membantu pasar murah, mencatat setiap nama yang datang di kertas kupon
Panitia dari santi ibu-ibu yang membantu pasar murah, mencatat setiap nama yang datang di kertas kupon
Brosur yang disebarkan berisi artikel "Kita Diciptakan untuk Ibadah" dan di baliknya diterangkan jadwal kajian di Pesantren DS
Brosur yang disebarkan berisi artikel “Kita Diciptakan untuk Ibadah” dan di baliknya diterangkan jadwal kajian di Pesantren DS
IMG_6615
Ibu-ibu yang mengantri untuk mendapatkan paket sembako
IMG_6630
Ibu-ibu sepuh yang kebanyakan hadir untuk membawa pulang sembako
IMG_6640
Panitia dari santri Pesantren DS yang mengatur kendaraan yang ada, karena total sampai 700 massa yang hadir, ada yang berjalan kaki, memakai motor bahkan ada yang dengan truck.
Warga yang datang dengan truck dari Dusun Sawah, daerah Alang-Alang Ombo
Warga yang datang dengan truck dari Dusun Sawah, daerah Alang-Alang Ombo
IMG_6672
Ibu-ibu muda yang sabar menunggu antrian

Selepas dari Warak dan setelah melakukan shalat Zhuhur di Masjid Jami’ Al Adha Pesantren DS, jam 12.30 WIB, kami siap berangkat menuju Dusun Waru, Girisekar. Sekitar 200 sembako dibagikan untuk warga Dusun Waru. Pada saat kami tiba, warga sudah menunggu di Serambi Masjid Ainun Jariyah untuk menunggu pembagian sembako. Alhamdulillah, acara di Dusun Waru berlangsung lancar, namun sempat terjadi dorong-dorongan karena ada warga yang tidak sabar menanti.

Antrian di Masjid Ainun Jariah, Dusun Waru
Antrian di Masjid Ainun Jariah, Dusun Waru
IMG_6854
Masjid Ainun Jariah (masjid yang didirikan Yayasan At Turots) yang jadi tempat pembagian sembako di Dusun Waru, Girisekar
Pak Dukuh Dusun Waru yang mengajak warga segera berkumpul lewat pengeras suara
Pak Dukuh Dusun Waru yang mengajak warga segera berkumpul lewat pengeras suara
Ibu-ibu sepuh pun hadir di Pasar Murah Dusun Waru
Ibu-ibu sepuh pun hadir di Pasar Murah Dusun Waru
IMG_6827
Warga yang membawa pulang paket sembako di Dusun Waru
Ustadz Abduh Tuasikal selepas pasar murah bersiap-siap pulang
Ustadz Abduh Tuasikal dengan kaos Rumaysho.Com selepas pasar murah bersiap-siap pulang

Pimpinan Pesantren Darush Sholihin,

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

DarushSholihin.Com

 

 

 

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

Write A Comment

Pin It