Terkait perkembangan wabah covid-19 yang semakin meluas, Pesantren Darush Sholihin memutuskan:

1. Tidak menyelenggarakan shalat berjamaah dan shalat Jumat, termasuk pula shalat tarawih berjamaah di Masjid Jami’ Al-Adha (Pesantren DS) selama masa pandemi corona (menunggu keputusan pemerintah RI dan pemerintah DIY).

2. Jamaah diharapkan shalat lima waktu dan tarawih di rumah masing-masing. Shalat Jumat bisa diganti dengan shalat Zhuhur empat rakaat.

3. Untuk menjalankan puasa Ramadhan tetap diwajibkan bagi setiap muslim yang balig, berakal, mampu, sehat, dan bermukim.

4. Semua kajian beralih ke kajian online lewat Youtube Rumaysho TV, berbagai media sosial Rumaysho, dan radio DS.

5. Pelaksanaan Iktikaf di DS ditiadakan.

6. Penyelenggaraan buka puasa oleh DS akan diberikan ke berbagai masjid. DS mengharap para takmir tidak mengadakan buka puasa bersama di masjid. Para takmir cukup menyiapkan nasi bungkusan, lalu diserahkan pada setiap rumah jamaah.

7. Shalat Idulfitri di lapangan DS masih menunggu keputusan MUI dan Kemenag. Jika diputuskan oleh pemerintah tidak boleh di lapangan, berarti shalat Id diganti shalat dua rakaat di rumah masing-masing.  

8. Jamaah DS diharapkan terus memperbanyak doa agar wabah ini segera berakhir.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ القَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاء

ALLOOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN JAHDIL BALAA-I, WA DAROKISY SYAQOO-I, WA SUU-IL QODHOO-I, WA SYAMAATATIL A’DAAI

Artinya: Ya Allah aku meminta perlindugan kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, takdir yang jelek, dan kegembiraan musuh atas kekalahan. (HR. Bukhari, no. 6347 dan Muslim, no. 2707)

Catatan:

1. Hal-hal di atas diputuskan berdasarkan kaidah fikih yang disebutkan oleh para ulama:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

“Tidak boleh membahayakan diri dan membahayakan orang lain.”

دَرْأُ المَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ المَصَالِحِ

“Menolak mafsadah didahulukan daripada mencari kemaslahatan”.

المَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرُ

“Kesulitan menyebabkan adanya kemudahan”

2. Shalat berjamaah dan shalat tarawih jika tidak dilakukan di masjid, akan mendapatkan pahala seperti di masjid jika itu sudah jadi kebiasaan kita.

Dalam hadits disebutkan,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat.” (HR. Bukhari, no. 2996)

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc.

Pengasuh Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul, DIY

26 Syakban 1441 H

DarushSholihin.Com

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

Write A Comment

Pin It