Aktivitas apa di malam Satu Suro di Darush Sholihin?

Kalau di tempat lain ada ritual sebagaimana berikut:

  • Ngumbah keris (membersihkan keris)
  • Menonton kirab kerbau bule (kerbau yang menjadi salah satu pusaka kraton)
  • Mubeng Beteng (mengarak benda pusaka mengelilingi benteng kraton)
  • Tirakatan malam Satu Suro

 

* Tirakatan ini digelar setiap malam satu Suro oleh kelompok-kelompok penganut aliran kepercayaan Kejawen yang masih banyak dijumpai di pedesaan. Mereka menyambut datangnya tahun baru Jawa dengan tirakatan atau selamatan. Yang jelas suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menghidupkan malam satu Suro seperti ini dengan amalan tertentu. Kita tentu tidak bisa melangkahi nabi kita dalam beribadah.

Darush Sholihin sendiri tidak memiliki ritual khusus, yang ada hanyalah mengisi Malam Ahad secara rutin dengan belajar Al-Qur’an dan Iqra’ (bagi yang belum Qur’an).

Tiap malam Ahad seperti ini di mana orang sibuk acara hiburan weekend, warga desa (terutama ibu sepuh) malah “ngaji”. Ada yang belajar iqra dan ada yang belajar quran. Sebelum belajar ke kelas, mereka diberikan pembekalan ilmu akidah. Sekitar 200 peserta yang hadir secara rutin setiap malam Ahad.

 

Salah satu ilmu penting yang didapat ibu-ibu sepuh pada pengajian Malam Ahad bersama Ustadz M. Abduh Tuasikal,  “Tak usah punya keyakinan sial di bulan Suro karena Rasul sebut bulan Suro sebagai Syahrullah (bulan Allah).”

Karena memang menganggap bulan Suro sebagai sial termasuk syirik.

Semoga Allah terus memberikan kita taufik dan hidayah.

DarushSholihin.Com

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

Write A Comment

Pin It