Kami tahu beliau sangat-sangat sibuk, namun masih menyempatkan waktu untuk hadir dalam Kajian “Gunungkidul Mengaji” yang diadakan setiap Ahad Pon di Masjid Al-Ikhlas Wonosari Gunungkidul di lantai Basement.

Kala itu giliran kami yang mengisi.

Kami lihat Bu Badingah, Bupati Gunungkidul hadir dan duduk di depan.

Ketika kajian dimulai, kami melihat beliau mengeluarkan buku catatan, beliau pun mencatat, merangkum kalimat-kalimat yang kami sampaikan.

Kala itu membahas masalah puasa. Salah satu point pengantar adalah boleh bermadzhab namun jangan sampai fanatik buta. Ketika itu kami sedang menyampaikan pembahasan fikih Syafi’i tentang puasa dari Matan Abi Syuja’ (Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib).

Masya Allah, moga kita bisa mencontoh beliau.

Kata Abu Darda’, jadilah di antara empat orang berikut.
1. Seorang alim
2. Orang yang mau mengkaji ilmu.
3. Orang yang mau mendengar ilmu.
4. Orang yang mau mencintai ilmu.
Jangan jadi yang kelima, yaitu ahli bid’ah (yang beramal tanpa ilmu). (Al-Ibanah Al-Kubra karya Ibnu Batthah). Bacaan tentang nukilan tersebut, bisa dikaji di sini: https://rumaysho.com/12940-mereka-yang-terkena-laknat.html

Nantikan Gunungkidul Mengaji berikutnya yang akan mengundang sekitar 2000 jama’ah termasuk para tokoh Gunungkidul di Masjid Agung Al-Ikhlas Wonosari, dengan pembicara Muhammad Abduh Tuasikal, 09.00 – selesai.Tema: Memaknai Gunungkidul Handayani.

 

Bu Badingah (Bupati Gunungkidul) mendapatkan Buku Panduan Ramadhan karya Muhammad Abduh Tuasikal dan beliau ingin membagi pada pejabat lainnya di Gunungkidul karena sempat meminta lebih banyak.
Bu Badingah (Bupati Gunungkidul) mendapatkan Buku Panduan Ramadhan karya Muhammad Abduh Tuasikal dan beliau ingin membagi pada pejabat lainnya di Gunungkidul karena sempat meminta lebih banyak.

 

pengajian_ahad_pon_al_ikhlas_wonosari_02
Suasana kajian Ahad Pon, 8 Mei 2016 dihadiri lebih dari 700 jama’ah.

Muhammad Abduh Tuasikal

Info DarushSholihin.Com

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

Write A Comment

Pin It