Warak, 23 Februari 2016: Waktu itu di sore hari, Teuku Wisnu hadir di tengah-tengah 5000-an jama’ah yang hadir. Suasana pada 4 Jumadal Ula 1437 (13 Februari 2016), tepatnya di hari Sabtu benar-benar membludak. Sampai-sampai terhitung ada 106 kendaraan besar (bis mini dan truck mini) yang membawa jama’ah. Kurang lebih 1,5 jam (16.00-17.30 WIB) terjadi dialog menarik antara Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dan artis nasional “Teuku Wisnu”.

Kala itu Teuku Wisnu bercerita tentang pengalaman beliau saat berhijrah (dari artis yang penuh glamor menjadi lebih shalih). Ustadz Abduh Tuasikal menyimaknya dan memberikan tanggapan yang disertai dalil. Setelah itu, ada tanya jawab dari peserta kajian dan tiga peserta yang kala itu bertanya.

Kajian tersebut benar-benar luar biasa. Para pejabat turut hadir, mulai dari Bapak Camat, Kapolsek, beberapa kepala KUA, kepala desa, kepala dukuh, para takmir masjid, para tokoh Muhammadiyah dan jumlah warga masyarakat umum yang hadir adalah 5000-an. Keadaan duduk jamaah memang benar-benar penuh sesak karena kajian cuma diadakan di lapangana di bawah tenda (dalam keadaan was-was akan turun hujan). Suasan kajian ini benar-benar lain daripada kajian-kajian sebelumnya.

Setelah kajian dibagikan santunan pada kaum dhuafa (2300-an orang) dan santri hafalan Quran (150-an santri) yang menghabiskan zakat sebesar Rp.71.840.000.

Anggaran lainnya yang keluar untuk snek, minuman (teh kotak dan air mineral), tenda sekitar 19 unit, sound system, biaya untuk petugas parkir dan transport warga menghabiskan dana sebesar Rp.41.697.000 yang diambil dari dana sosial.

Semoga dari kajian talk show ini berbuah hidayah bagi masyarakat Panggang sekitarnya.

DarushSholihin.Com

Channel Telegram @RumayshoCom

 

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

Write A Comment

Pin It