Setiap shubuh seperti biasa agak lama selesainya karena bacaan suratnya agak panjang, beda dengan shalat lima waktu lainnya.

Setelah salam, para jamaah berdzikir seperti biasa.

Setelah itu semua pada menunggu pembacaan kitab Riyadhus Sholihin.

Yang dibaca kadang satu atau beberapa hadits tergantung panjangnya. Pokoknya, hanya lima menit dengan penjelasan singkat sudah membuat yang hadir senang dan raih faedah.

Shubuh ini adalah pembacaan hadits tentang Syafa’atul Uzhma, no. 1866 dari kitab Riyadhus Sholihin. Karena panjang, dibagilah menjadi beberapa pertemuan. Pembacaan tadi baru sampai pada kisah umat mendatangi Nabi Adam ‘alaihis salam untuk dimintai Syafa’at. Sisanya dilanjutkan besok Shubuh.

Selalu ada hikmah dan pelajaran yang bisa kami dan jama’ah petik dari hadits-hadits yang dibaca dari kitab Imam Nawawi yang fenomenal tersebut.

Coba deh setiap masjid membacakan kitab Riyadhus Sholihin karya ulama besar Syafi’iyah ini setiap ba’da Shubuh. Kami yakin akan selalu dapat pelajaran-pelajaran menarik.

Setelah pembacaan hadits, barulah jamaah bubar.

Di siang hari saat Zhuhur biasa kami mengetest jamaah yang tadi shubuh hadir, “Tadi, shalat shubuh di masjid gak?” Kalau ia jawab, shalat, dilanjutkan kami bertanya, “Apa buktinya?” “Tadi Ustadz baca hadits yang isinya ini dan itu”, jawabnya.

Artinya orang awam pun semangat mendengarkan dan ambil pelajaran.

Semoga amalan ini bisa ditiru di masjid lainnya.

 

Mertua Ustadz M. Abduh Tuasikal ikut rutin menyimak pembacaan Kitab Riyadh Ash-Shalihin ba'da Shubuh.
Mertua Ustadz M. Abduh Tuasikal (Bpk Sariman) ikut rutin menyimak pembacaan Kitab Riyadh Ash-Shalihin ba’da Shubuh.

 

Setelah bubar shalat Shubuh, setelah warga menyimak pembacaan kitab Riyadh Ash-Shalihin.
Setelah bubar shalat Shubuh, setelah warga menyimak pembacaan kitab Riyadh Ash-Shalihin.

 

Kitab Riyadh Ash-Shalihin yang dibaca tentang masalah syafa'at.
Kitab Riyadh Ash-Shalihin yang dibaca tentang masalah syafa’at.

Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, 15 Safar 1437 H

Muhammad Abduh Tuasikal

Info DarushSholihin.Com

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

Write A Comment

Pin It