Malam ini setelah Isya, seperti biasa mertua mengisi kajian ibu-ibu sepuh di Pesantren Darush Sholihin. Materi beliau sederhana, mengajarkan hafalan quran dan doa-doa. Sejak dulu memang beliau biasa mengajarkan anak-anak hingga orang sepuh sampai mereka bisa baca Al-Qur’an.

Adapun kami sendiri hanya meneruskan dakwah beliau. Dukungan beliau sangat besar sekali pada kami.

  • Selain diberi anak perempuan yang shalihah, dari sisi fasilitas pun kami didukung.
  • Beliau memiliki tanah yang luas di sisi barat rumah. Di situlah kami bisa memperluas lahan pesantren dengan dana dari berbagai donatur, juga bisa memperluas masjid yang saat ini menjadi dua lantai.
  • Motivasi beliau untuk kami pun sangat besar untuk berdakwah. Bahkan kadang kalau kami tidak bisa hadir karena kurang fit, beliau yang menggantikan.

Di antara yang kami kagumi dari beliau:

– beliau adalah orang yang ingin ikuti dalil, tidak ingin taklid.

– dahulu kalau hari raya dan terkait masalah fikih, beliau selalu ikut pendapat salah satu ormas namun sekarang beliau tinggalkan fanatik kelompok dan lebih mau ikuti apa kata dalil.

– dulu juga beliau jadi pemimpin acara selamatan kematian (istilahnya: Pak Kaum), namun sekarang beliau tinggalkan tradisi itu secara total karena lebih ingin jauhi hal-hal yang tidak ada tuntunan, walau ketika itu beliau ditinggalkan jamaah yang begitu banyak.

Semoga Allah terus menjaga beliau, diberi berkah umur dan terus diberi kesehatan.


DarushSholihin.Com

Pimpiman Pesantren: M. Abduh Tuasikal

Author

Pesantren Darush Sholihin berdomisili di Dusun Warak, Panggang, Gunungkidul. Pesantren ini bertujuan membina masyarakat sekitar, tanpa pondokan mulai dari usia anak-anak hingga sepuh.

Write A Comment

Pin It