Butuh pertimbangkan waktu yang pas untuk menyampaikan suatu materi.

Butuh memberikan jawaban yang pas juga ketika ada yang bertanya.

Contoh, kita tidak setuju dengan acara “selamatan kematian”. Ketika kita mendapatkan pertanyaan dari masyarakat yang masih sulit dinasihati meninggalkan tradisi semacam tadi, maka jawaban yang seperti ini yang bagus diberi …

1- Bapak ngaji saja dulu, kapan-kapan insya Allah akan tahu hukumnya.

2- Anak hendaklah banyak doakan orang tua, jangan bergantung pada orang lain.

Kenapa jawaban seperti di atas yang diberi?

1- Karena iya terus-terusan ngaji (tholabul ilmi) lebih baik, daripada diberi jawaban hukumnya langsung, dan kemudian pergi dan tidak datang-datang lagi.

2- Solusi kedua akan menyemangati anak-anak untuk rajin ibadah dan akan terus memperbaiki diri.

Dua jawaban seperti itu akan sebagai pengalihan dan solusi.

Jawaban akan berbeda ketika kita memberikan materi dan ditanya di kalangan yang sudah paham dan mudah menerima dakwah.

“Terkadang” untuk menyampaikan sesuatu “yang benar” pun, selain kepandaian memilih bahasa juga memperhatikan momentum penyampaian. Juga, kepada siapa kita berbicara.

Moga paham …

# Silakan dipraktikkan. Ini penerapan kami langsung.

 —
Muhammad Abduh Tuasikal

Dukung kami:
Untuk Operasional RumayshoCom dan Pesantren Darush Sholihin melalui https://goo.gl/MT3nvi
Untuk Pembangunan Masjid Pesantren Al-Anshor Liang Ambon melalui https://goo.gl/zvahpI
Untuk Pelebaran Masjid Darush Sholihin (Jami' Al-Adha) melalui https://goo.gl/Smhwqm

Artikel Terkait

Write a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *