Tak cukup teori, dari teladanlah lebih memberikan pengaruh dan membuat orang tertarik untuk beramal.

Salah satu contoh yang diterapkan, setiap kali buka puasa sunnah (yang istimewa), Pesantren Darush Sholihin biasa mengajak masyarakat sekitar (para santri) untuk berpuasa. Padahal sebelum-sebelumnya (di zaman dulu) tidak pernah mereka tahu ada puasa-puasa sunnah seperti puasa Asyura, Arafah, dan lainnya. Tahu pun, paling cuma sekedar tahu, namun tidak diamalkan.

Setiap kali ada puasa sunnah yang istimewa seperti puasa Asyura, puasa Arafah, puasa Syawal, Pesantren biasa membuat pengumuman terlebih dahulu.

“Para jama’ah, jangan lupa besok puasa Asyura yah.”

Pengumuman seperti itu disampaikan ketika pengajian Malam Kamis dan pengajian rutin lainnya di pesantren, juga lewat pesan SMS, saat ini lewat WA dan telegram.

Di samping itu, para jama’ah diajak pula untuk buka puasa bersama dengan menu prasmanan di Pesantren Darush Sholihin dengan menu makanan desa.

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal (selaku Pimpinan Pesantren) ikut pula dalam buka puasa seperti ini. Sampai-sampai beliau sengaja meliburkan kajian-kajian di Jogja dan Bantul demi berbuka puasa dengan warga di Dusun Warak.

Semoga Allah memudahkan kita dalam dakwah.

 

# Inilah contoh pesantren masyarakat.

Info DarushSholihin.Com


Dukung kami:
Untuk Operasional RumayshoCom dan Pesantren Darush Sholihin melalui https://goo.gl/MT3nvi
Untuk Pembangunan Masjid Pesantren Al-Anshor Liang Ambon melalui https://goo.gl/zvahpI
Untuk Pelebaran Masjid Darush Sholihin (Jami' Al-Adha) melalui https://goo.gl/Smhwqm

Artikel Terkait

Write a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *